Minggu, 04 Juli 2010

Perkembangan Anak

Diposting oleh Unknown di 19.26
A. Kelompok Umur sampai 3 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sampai berumur 3 bulan:

1. Gerak kasar

Menggerakkan kedua tungkai dan le­ngan sama mudahnya ketika terlentang.

2. Gerak Halus

Memberikan reaksi dengan melihat kea rah sumber cahaya (misalnya dari lampu senter yang digerakkan ke kiri dank e kanan)

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Mengoceh dan memberikan reaksi terha­dap suara.

4. Bergaul dan mandiri

Membalas senyuman

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Pengungkapan rasa cinta, kasih saying dan rasa aman, dengan berbicara lembut, membuai, memeluk, mencium, menya­nyi­kan lagu dan lain-lain.

2. Menirukan ocehan, gerakan dan mimic anak. Anak sering diajak bicara dan men­dengarkan berbagai suara, misalnya suara burung, radio, kerincingan, ayam dan lain-lain.

3. Melatih anak membalikkan badan dari telentang ke telungkup. Ketika telentang anak dibuat memperhatikan benda yang menarik (berwarna menyolok atau ber­bunyi). Benda itu kemudian digerakkan ke sisi badannya. Anak akan mengikuti benda itu sambil memiringkan badan. Benda digerakkan terus agar anak ber­latih membalikkan badannya.

4. Melatih anak mengangkat kepala dan memperhatikan benda bergerak. Gerak­kan­lah benda yang menarik dihadapan anak, ketika ia telungkup. Angkatlah ben­­da itu keatas, sehingga anak dilatih mengangkat kepalanya ketika memper­hatikan benda itu.

5. Melatih anak menggenggam benda. Sen­tuhkanlah pensil atau benda yang serupa pada punggung atau ujung jari anak. Anak akan berlatih menggenggam benda itu.


B. Kelompok Umur 3 – 6 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai berumur 6 bulan:

1. Gerak kasar

Mengangkat kepala dengan tegak pada posisi telungkup.

2. Gerak Halus

Meraih benda yang menarik/mainan yang terjangkau olehnya.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Menengok kearah sumber suara (mi­sal­nya sendok dipukulkan ke gelas atau piring, kerincingan). Sumber suara dibu­at tersembunyi/tidak terlihat oleh anak.

4. Bergaul dan mandiri

Mencari benda yang dipindahkan

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Mengungkapkan rasa cinta, kasih sa­yang dan rasa aman, dengan berbicara lembut membuai, memeluk, mencium, menyanyikan lagu dan lain-lain.

2. Melatih anak menirukan suara/bu­nyi/ka­ta-kata.

3. Melatih anak mencari sumber suara. Anak dilatih agar mau mencari sumber suara, dengan cara menolehkan wajah anak perlahan-lahan kearah suara, atau dibawa mendekati sumber suara.

4. Melatih anak menyangga leher dengan kuat. Ketika anak telentang, pergelangan tangannya dipegang dengan hati-hati dan anak ditarik perlahan-lahan ke po­si­si duduk. Bila ia belum bisa memper­ta­hankan leher dan kepalanya, jangan di­paksa.

5. Melatih anak belajar duduk. Anak didu­duk­kan pada alas yang datar dengan di­pe­gangi lengan atasnya. Kemudian beri­kan mainan di tangannya. Ketika ia asyik bermain, sedikit demi sedikit pe­gangan dilepaskan. Anak perlu tetap dia­wasi agar tidak jatuh.

6. Melatih anak menyangga berat badan dengan kedua kakinya. Anak dipegang pada bagian bawah ketiaknya, kemudian diangkat keatas pangkuan. Buatlah agar kakinya menyentuh pangkuan dan me­nyangga berat badannya. Jangan dipak­sakan bila anak belum mampu melaku­kannya.

7. Melatih anak menggunakan kedua ta­ngannya dan menggenggam benda de­ngan kuat. Anak diberi mainan pada sa­lah satu tangannya. Kemudian berikan­lah mainan lain di tangan satunya. Buat­lah agar ia bermain dengan kedua ta­ngannya. Cobalah untuk mengambil ma­inan dari tangannya, perhatikan apakah anak sudah mampu menggenggam ben­da dengan erat.

8. Melatih anak meraup benda kecil. Le­takkan benda-benda kecil, misalnya po­to­ngan biscuit atau kacang di depan anak. Ajari anak meraup benda-benda itu. Awasi anak anak untuk menjaga keamanannya.

9. Memberi kesempatan kepada anak untuk memasukkan makanan ke mulutnya. Anak diberi makanan yang bisa digigit atau biscuit. Biarkan anak memasukkan makanan/biscuit ke mulutnya, dibawah pengawasan.

10. Melatih anak meraih mainan. Mainan di­letakkan sedikit diluar jangkauan anak. Gerakkanlah mainan itu sambil berbi­cara kepada anak agar ia mau meraih­nya. Buatlah agar ia dapat meraih main­an dan tidak kecewa.

11. Bermain “ciluk-ba”. Ajaklah anak ber­ma­in “ciluk-ba”. Buatlah agar ia gem­bi­ra dan menikmati permainan ini.

C. Kelompok Umur 6 – 9 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai berumur 9 bulan:

1. Gerak kasar

Ketika di dudukkan, bisa mempertahan­kan posisi duduk dengan kepala tegak.

2. Gerak Halus

Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan yang lain.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Tertawa/berteriak bila melihat benda yang menarik

4. Bergaul dan mandiri

Makan biscuit tanpa dibantu.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Pengungkapan rasa cinta, kasih sayang dan rasa aman, dengan sering mengajak bicara, membuai, memeluk, mencium, membujuk anak ketika rewel, mengajak nya bermain, memperlihatkan gambar-gambar yang menarik dan mengajak me­li­hat dirinya di kaca.

2. melatih anak belajar merangkak. Ketika anak telungkup, letakkan mainan diluar jangkauannya. Tunjukkan bagaimana ca­­ra­nya merangkak untuk meraih main­an itu. Buatlah agar anak menirukannya.

3. Membantu anak berdiri. Angkatlah anak dan bantulah berdiri di atas alas yang datar dan kuat.

4. Melatih anak belajar berjalan dengan ber­pegangan. Bila anak sudah bisa ber­diri, bantulah ia agar bisa berjalan de­ngan berpegangan atau merambat pada perabotan rumah tangga.

5. melatih anak memasukkan dan menge­lu­arkan benda. Tunjukkan pada anak cara memasukkan benda kecil (misalnya biji kacang, kancing dan lain-lain) ke dalam suatu wadah (kotak, mangkok atau yang lain). Setelah itu ajari anak menge­lu­ar­kan benda-benda itu satu per satu.

6. mengajak anak melakukan gerakan ber­tepuk tangan. Peganglah mainan di ta­ngan kiri dan tangan kanan. Tunjukkan kepada anak cara memukul-mukul ke­dua mainan itu. Berilah kesempatan anak untuk menirukannya.

7. Mengajak anak bermain beduk/gendang. Buatlah beduk/gendang dari kaleng yang bagian atasnya ditutup dengan kertas te­bal yang diikatkan pada kaleng dengan tali. Ambillah pinsil untuk memukul ma­inan tersebut, dan jadikanlah kegiatan itu menjadi permainan yang menyenang­kan. Berikan kesempatan pada anak untuk memainkannya.

8. Memberikan kesempatan epada anak un­tuk mencoret-coret. Anak diberikan ker­tas dan pensil. Ajarilah cara menggu­na­kan alat tulis.

9. Melatih anak menirukan kata-kata. Tiru­kan­lah suara yang di buat oleh anak, agar ia mau belajar menirukan kata-kata sederhana.

10. Melatih anak menemukan sumber suara. Bunyikanlah berbagai macam suara, ke­mu­dian latihlah anak untuk menemukan sumber suara, setelah mencarinya.

11. mengajak anak mengenali lingkungan sekitarnya. Berikan kepada anak mainan plastic yang bisa mengambang dia air. Biarkan ia bermain dengan mainan tersebut ketika dimandikan.

12. Melatih anak bermain dengan orang la­in. Ajaklah anak untuk malambaikan ta­ngan sambil mengatakan “dadah” kepa­da orang yang bepergian atau pada wak­tu berpisah.

D. Kelompok Umur 9 – 12 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sampai berumur 12 bulan:

1. Gerak kasar

Berjalan dengan berpegangan

2. Gerak Halus

Mengambil benda kecil sebesar biji ja­gung dengan meraup.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Mengatakan dua suku kata yang sama, misalnya: pa-pa, ma-ma, da-da, dan lain-lain.

4. Bergaul dan mandiri

Bermain “ciluk-ba”

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Mengajak anak menggelindingkan bola. Gelindingkanlah sebuah bola ke arah anak dan mintalah agar ia meng­ge­lin­ding­kannya kembali.

2. Melatih anak memanjat kursi atau tang­ga yang rendah dengan merangkak. Aja­ri anak untuk memanjat kursi/tangga yang rendah secara bertahap dengan me­naikkan tungkainya satu per satu, seperti gerakan merangkak. Kemudian bantulah ia turun dari kursi/tangga dengan meng­gunakan tungkai dan kakinya.

3. Membantu anak belajar berjalan sendiri. Buatlah agar anak mau berjalan sendiri, misalnya untuk mendapatkan dekapan, ciuman, atau mainan kesukaannya.

4. Melatih anak untuk membungkukkan ba­dan tanpa berpegangan. Mintalah anak mengambil mainan yang terletak dilantai ketika ia berdiri. Mula-mula pe­gangilah salah satu tangannya, kemu­dian biarkan ia melakukannya dengan tanpa bantuan.

5. Melatih anak menyuusun mainan balok. Ajaklah anak menyusun balok/kardus kecil, atau kaleng bekas menjadi menra sederhana, jembatan dan sebaginya. Ban­tulah anak menumpuk benda ter­se­but.

6. Memberikan kesempatan kepada anak untuk menggambar. Sementara menger­ja­kan pekerjaan rumah tangga, beri­kan­lah kepada anak selembar kertas dan alat tulis. Biarkan ia menggambar sendiri sam­bil diajak bicara mengenai apa yang ia gambar.

7. Melatih anak menirukan kata-kata. Ajak­lah anak berbicara sesering mung­kin, kenalkanlah ia dengan kata-kata baru sambil menunjukkan benda­nya/ gam­barnya dari buku atau majalah.

8. Mengajak anak mengikuti kegiatan kelu­arga. Ajaklah anak untuk mengikuti ke­gi­atan keluarga, misalnya makan ber­sa­ma atau piknik keluarga. Sediakan per­alatan makanan untuknya, bantulah ia untuk belajar makan/minum sendiri.

E. Kelompok Umur 12 – 18 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai berumur 18 bulan:

1. Gerak kasar

Berjalan sendiri tanpa jatuh.

2. Gerak Halus

Mengambil benda kecil keatas sebesar biji jagung dengan ibu jari dan telunjuk­nya (menjepit).

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Mengungkapkan keinginan secara seder­hana. Misalnya “mimik, pipis”

4. Bergaul dan mandiri

Minum sendiri dari gelas tanpa tumpah.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Melatih anak berjalan mundur. Bila anak bisa berjalan sendiri, latihlah ia berjalan mundur. Misalnya dengan memberi ma­inan yang dapat ditarik, kemudian ia diminta menarik mainannya sambil ber­jalan mundur.

2. Bermain dengan anak, melempar dan menangkap bola. Ajarilah anak menang­kap dan melempar bola. Pakailah bola be­sar, dan bila anak sudah dapat me­la­ku­kannya, pakailah bola yang lebih kecil.

3. Bermain dengan anak, menendang bola ke sasaran. Ajarilah anak menendang bo­la. Bila ia sudah dapat melakukannya, mintalah agar ia menendangnya kea rah sasaran (misalnya bola plastic). Bola da­pat dibuat sendiri dari buntalan ker­tas/ kain.

4. Melatih anak berjalan naik turun tangga. Bila anak sudah dapat berjalan sendiri, ajaklah ia naik/turun tangga dengan ber­pegangan. Jagalah agar ia tidak terjatuh.

5. Melatih anak memasukkan benda yang lebih kecil ke dalam benda yang lebih besar. Sediakanlah kardus/kotak/mang­kok plastic dari berbagai ukuran. Aja­ri­lah anak untuk memasukkan benda yang lebih kecil ke dalam benda yang lebih besar. Latihlah ia agar dapat melaku­kan­nya sendiri.

6. Memberikan kesempatan kepada anak untuk melepas pakaiannya sendiri. Aja­ri­lah anak untuk melepas pakaiannya. Biarkan ia melakukannya sendiri, ban­tulah ia bila belum bisa membuka kan­cing baju.

7. Melatih anak menunduk dan menye­but­kan nama bagian tubuh. Ajarilah anak menunjuk dan menyebutkan bagian-ba­gian tubuhnya. Latihlah ia untuk mem­pelajarinya.

F. Kelompok Umur 18 – 24 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sampai berumur 24 bulan:

1. Gerak kasar

Berjalan mundur sedikitnya 5 langkah.

2. Gerak Halus

Mencoret-coret dengan alat tulis.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Menyebutkan nama dan menunjuk satu bagian tubuh dengan benar.

4. Bergaul dan mandiri

Meniru melakukan pekerjaan rumah tangga.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Melatih anak berjalan jinjit. Ajarilah anak untuk berjalan jinjit. Buatlah agar ia menirukannya.

2. Membantu anak belajar melompat. Tun­jukkanlah cara melompat dengan kedua kaki diangkat bersamaan. Pegangi ta­ngan­nya ketika ia mencoba melompat untuk pertama kalinya.

3. Melatih anak berdiri dengan satu kaki. Tunjukkanlah berdiri dengan satu kaki secara bergantian. Buatlah agar ia mau menirukannya. Mula-mula peganglah ta­ngannya, kemudian lepaskanlah. Latih­lah agar ia bisa melakukannya tanpa ke­hilangan keseimbangan.

4. Mengajari anak menggambar bentuk se­der­hana dan menggambar wajah. Ajari anak menggambar garis lurus, bulatan, se­gitiga, dan sebagainya. Ajari pula cara menggambar wajah.

5. Mengajak anak bermain membuat ben­tuk sederhana dari lilin/tanah liat/adonan kue. Ajari anak membuat bulatan, segi­ti­ga dan lain-lain.

6. Mengajari anak memasukkan benda ke lobang yang sesuai. Sediakan kardus yang dibuat lobang-lobang berbentuk se­gi­tiga, segi empat, segi lima, bulatan da sebagainya. Tunjukkan kepada anak ca­ra memasukkan benda berbentuk segi tiga, segi empat, segi lima, bulatan dan sebagainya ke dalam lobang yang sesuai besar dan bentuknya.

7. Bermain dengan anak menyusun poto­ng­an gambar. Sediakan karton yang su­dah ditempeli gambar dari majalah be­kas. Gunting karton tersebut menjadi 3-4 potongan. Ajari anak untuk menyusun po­tongan gambar tersebut menjadi gam­bar yang utuh seperti semula.

8. Melatih anak mengikuti perintah seder­ha­na. Berilah anak suatu perintah se­derhana. Berilah anak suatu perintah se­der­hana. Buatlah agar ia mau melaku­kan­nya. Bila perlu tunjukkan cara me­nger­jakan perintah tersebut.

9. Melatih anak menceritakan apa yang di­kerjakannya/dilihatnya. Ajaklah anak un­tuk menceritakan apa yang dialami­nya dan dilihatnya. Perbaikilah bila ia membuat kesalahan dalam bercerita.

10. Melatih anak mengenakan pakaiannya sen­diri. Biasakanlah anak mengenakan pa­kaiannya sendiri. Mula-mula bantulah ia bila mengalami kesulitan, kemudian ku­rangilah bantuan tersebut.

11. Melatih anak mengikuti peraturan per­mainan. Usahakanlah anak bermain de­ngan anak lainnya, misalnya bermain petak umpet, hompimpah dan sebagai­nya. Perhatikan apakah ia mengikuti atu­ran permainan dan mengikuti giliran ber­main.

12. Melatih anak agra mau ditinggalkan ibu­nya untuk sementara. Ajaklah anak ber­main kerumah tetangga, kemudian ti­tip­kanlah untuk sementara. Buatlah agar ia terbiasa berpisah untuk sementara tanpa menangis atau menjadi rewel.

G. Kelompok Umur 2 – 3 tahun

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sesaat sebelum beru­mur 3 tahun:

1. Gerak kasar

Berdiri dengan satu kaki tanpa berpega­ng­an selama paling sedikit 2 hitungan.

2. Gerak Halus

Meniru membuat garis lurus.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Menyatakan keinginan paling sedikit 2 kata.

4. Bergaul dan mandiri

Menyatakan keinginan buang air besar dan buang air kecil

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Melatih anak melompat jauh. Letakkan ker­tas ukuran folio di lantai. Ajarilah anak untuk melompati kertas tersebut de­ngan kedua kaki diangkat bersamaan. Latihlah agar lompatan anak semakin jauh.

2. Mengajak anak bermain dengan balok. Ajaklah anak menyusun dan menumpuk balok mainan untuk membuat rumah-rumahan, jembatan, menara, dan lain sebagainya.

3. Melatih anak memilih dan menge­lom­pok­kan benda menurut jenisnya. Sedi­a­kan­lah macam-macam benda (misalnya: kancing, uang, logam, biji-bijian). Tun­jukkan kepada anak cara mengelom­pok­kan benda-benda tersebut menurut jenis­nya, jelaskan pula sifat, warna dan ben­tuknya. Mulailah dengan dua jenis ben­da, kemudian tambahlah jenisnya.

4. Melatih anak menghitung jumlah benda. Ketika melatih anak mengelompokkan benda menurut jenisnya, ajrilah untuk menghitung setiap jenis benda. Buatlah ke­lompok dengan jumlah satu, dua, tiga dan seterusnya.

5. Melatih anak mencocokkan gambar ben­da yang sesungguhnya. Sediakanlah ma­cam-macam gambar (dapat diambil dari majalah, buku, Koran dan sebagainya). Mintalah anak mencocokkan gambar-gam­bar tersebut dengan benda-benda sekelilingnya. Bicarakan pula bentuk, dan sifat benda-benda itu.

6. Melatih anak untuk menyebutkan nama de­­ngan perlahan-lahan, kemudian min­ta­lah ia mengulanginya.

7. Melatih anak menyebut nama benda dan mengenal sifat/keadaan benda. Sebutkan nama benda yang ada di sekelilingnya anak. Mintalah dia untuk mengambil ben­da itu sambil menyebutkan nama dan sifat/keadaan benda tersebut. Misalnya: “Mobil-mobilan itu berwarna merah dan terletak dibawah kursi”.

8. Melatih anak mencuci tangan dan kaki, serta mengeringkannya sendiri. Ajarkan kepada anak cara mencuci tangan dan kakinya, serta mengelap bagian yang basah agar menjadi kering.

9. Memberi kesempatan kepada anak untuk berpakaian dan memilih sendiri pakaian yang akan digunakannya. Ajarkan ke­pa­da anak cara berpakaian sendiri dan usa­hakanlah agar ia mau memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya.

H. Kelompok Umur 3 – 4 tahun

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sesaat sebe­lum berumur 4 tahun:

1. Gerak kasar

Berjalan jinjit.

2. Gerak Halus

Meniru membuat gambar lingkaran

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Mengenal dan menyebutkan paling sedi­kit 1 warna.

4. Bergaul dan mandiri

Mematuhi peraturan sederhana dalam per­mainan.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Melatih anak berjalan mengikuti garis lurus. Latihlah anak berjalan mengikuti ga­ris lurus, misalnya sepanjang garis pa­da lantai. Tunjukkan bagaimana meng­gu­nakan kedua tangan untuk menjaga keseimbangan.

2. Membantu anak belajar melompat de­ngan satu kaki. Ajarilah anak melompat dengan satu kaki seperti pada waktu main engklek. Mula-mula anak perlu di­pe­gang tangannya. Lama-kelamaan, bi­ar­kan ia melakukannya sendiri.

3. Membantu anak belajar melempar benda kecil keatas. Ambillah benda kecil yang ringan, kemudian tunjukkan cara me­lem­par benda tersebut keatas dan cara menjatuhkan benda ke dalam kaleng.

4. Membantu anak belajar menggunting dan membuat buku cerita dengan gam­bar temple. Tunjukkan kepada anak cara menggunting gambar dari majalah/Ko­ran/buku bekas. Ajarilah anak untuk me­nyusun dan menempelkan gambar terse­but pada kertas, sehingga membentuk suatu urutan cerita.

5. Melatih anak belajar menjahit. Tempel­kan sebuah gambar pada karton. Luba­ngi karton tersebut dengan sebuah paku disekeliling gambar tersebut. Ambillah ta­li sepatu/raffia yang salah satu ujung­nya telah disimpulkan. Masukkan ujung lainnya kedalam lubang-lubang tersebut menyerupai gerakan jahitan. mintalah anak untuk menirukannya.

6. Mintalah anak menggambar dan menu­lis. Tunjukkan kepada anak cara mem­bu­at garis dan bulatan menjadi gambar rumah, tonggak, matahari, bulan dan se­ba­gainya. Tunjukkan pula cara menulis huruf dan angka, serta menulis nama­nya. Latihlah ia agar sedikit demi sedikit dapat menggambar dan menulis.

7. Melatih anak mengenal huruf dan angka. Untuk membantu anak mengenal huruf dan angka, buatlah potongan-potongan karton sebesar kartu. Tuliskan angka 1 sampai 10 dan huruf A, B, C dan sete­rus­nya pada potongan-potongan karton tersebut. Tunjukkanlah kartu tersebut sa­tu per satu, dan ajarkan cara menyebut­nya. Mintalah kepadanya untuk mencari dan menemukan tulisan yang sama di majalah/Koran/buku. Latihlah anak, sam­pai ia mengenal semua huruf dan ang­ka dengan baik.

8. Melatih anak mengenal bentuk dan war­na. Sediakan kertas berwarna, karton, gun­ting dan lem. Guntinglah kertas ber­warna menjadi berbagai bentuk, missal­nya segi tiga, segi empat, lingkaran dan sebagainya. Bicarakanlah dengan anak me­ngenai perbedaan bentuk dan warna, serta tunjukkan cara membuat gambar temple. Mintalah anak menempelkan ben­tuk berwarna tersebut pada karton.

9. Memberi kesempatan kepada anak untuk menceritakan tentang dirinya, dan me­nge­­tahui urutan cerita. Buatlah anak agar ia mau menceritakan kejadian yang di­­a­laminya dan apa yang dilihatnya. Ban­­tulah anak dengan lebih dahulu men­ceritakannya, kemudian mintalah ia melanjutkannya menurut urutannya.

10. Melatih anak untuk mengenal per­ban­di­ngan. Ajarkan kepada anak memban­ding­kan sifat benda, misalnya lebih pan­jang, lebih pendek, lebih besar, lebih mu­da dan sebagainya.

11. Mengajari anak mengenal lawan kata. Se­butkan beberapa kata yang biasa di­pa­kai dalam percakapan sehari-hari, mis­sal­nya: panas, panjang, luas dan seba­gai­nya. Mintalah anak menyebutkan la­wan katanya.

12. Membantu anak belajar mandi dan me­nge­ringkan tubuhnya. Ajari anak cara man­di sendiri dengan sabun, membilas tubuh, dan mengeringkan dengan han­duk.

13. Mengajak anak mengikuti kegiatan me­ma­sak, dan memberi kesempatan untuk bertanya. Ajaklah anak untuk membantu memasak di dapur. Berilah ia pekerjaan yang mudah dan tidak berbahaya, seperti menimbang, mengaduk, membubuhkan gula dan sebagainya. Bicarakanlah apa yang sedang dikerjakan bersama, dan be­ri kesempatan kepada anak untuk ber­tanya.

14. Melatih anak untuk bisa mengatasi kese­di­han dan kekecewaan. Bujuklah dan te­nangkanlah anak ketika ia menangis atau kecewa dengan cara membelainya dan berbicara kepadanya dengan lembut mengenai apa yang dirasakannya.

15. Membantu anak mengenal sopan santun, berterimakasih, mencium tangan dan se­bagainya. Ajarkanlah dan tunjukkanlah kepada anak sikap sopan santun, mi­sal­nya menghormati orang yang lebih tua, mengucapkan terimakasih, mencium ta­ngan, berdo’a dan sebagainya.

I. Kelompok Umur 4 – 5 tahun

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sampai anak sesaat se­belum berumur 5 tahun:

1. Gerak kasar

Melompat dengan satu kaki.

2. Gerak Halus

Mengancingkan kancing baju melalui lo­bang kancing.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Bercerita seperti rata-rata anak seba­ya­nya

4. Bergaul dan mandiri

Mencuci dan mengeringkan tangan tan­pa dibantu.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan permaianan yang memer­lu­kan ketangkasan dan kelincahan. Buat­lah agar anak mau bermain dengan bola, berlari, melompat, berayun, memanjat dan sebagainya. Berilah ia kesempatan un­tuk untuk bermain dengan teman-temannya dan mengikuti pertandingan seperti lomba lari, lomba karung, main engklek dan sebagainya.

2. Melatih anak belajar berhitung. Sedia­kan kartu angka 1 sampai 10 yang dibu­at sendiri dari potongan karton. Sedia­kan pula segenggam biji jagung atau kacang. Mintalah anak menghitung biji-bijian itu sejumlah angka yang ditun­juk­kan pada tiap karton, dan meletakkannya diatas kartu yang cocok.

3. Membantu anak belajar menggambar. Ke­tika anak sedang menggambar, min­talah ia untuk melengkapi gambarnya, mi­salnya: menggambar orang dengan bajunya, menggambar rumah dengan po­hon., pagar, bunga, matahari dan se­ba­gainya.

4. Membantu anak mengerti arti separuh dan satu. Tunjukkanlah cara membagi kue, kertas dan lainnay menjadi 2 bagian yang sama. Kemudian tunjukkan pula bahwa bila kedua bagian tersebut disa­tu­kan kembali akan menjadi satu kesatan yang utuh.

5. Melatih anak berkebun. Tanamlah benih kacang, jagung atau biji-bijian lain pada kaleng bekas atau pot berisi tanah. Mintalah anak melakukannya, dan me­nyi­ramnya setiap hari. Ajaklah ia memperhatikan pertumbuhan tanaman itu dari hari ke hari, dan bicarakanlah mengenai bagaiaman tanaman, binatang, dan anak-anak tumbuh.

6. Membantu anak belajar mengingat. Le­takkan 3-4 macam benda (misalnya kan­cing, kelereng, bunga, cendok dan lain­nya) dihadapan anak, dan mintalah ia me­nyebutkan nama benda satu per satu. Kemudian ajaklah anak memejamkan ma­tanya. Pada saat itu ambil satu ma­cam benda dan sembunyikan. Apabila anak sudah mampu mengingat-ingat da­lam jumlah sedikit, tambahlah macam benda yang disembunyikan.

7. Melatih anak untuk mengenal tulisan sederhana. Tulislah nama-nama benda yang telah diketahui anak pada secarik kertas kecil dan tempelkan masing-masing tulisan pada benda yang cocok dengan tulisan tersebut. Mintalah anak membaca tulisan dengan menyebut nama benda yang telah diketahuinya.

8. Menimbulkan minat bacaa pada anak. Ajaklah anak sering-sering melihat bu­ku, majalah, terutama bacaan untuk anak. Bacakan bacaan tersebut dan bica­ra­kan bersama mengenai ceritanya. Usa­hakan agar anak sering melihat orang sedang membaca.

9. Memberikan kesempatan kepada anak untuk membetulkan kelalaian orang lain. Buatlah kesalahan dengan sengaja dan berilah kesempatan kepada anak untuk membetulkan kesalahan tersebut, mi­sal­nya: memberikan baju kepada anak sam­bil berkata: “Ini sepatumu”. Anak akan senang dapat “mengajari” orang tua.

10. Melatih anak mengenal musim. Cerita­kan kepada anak apa yang terjadi pada musm hujan dan pada musim kemarau, bagaimana pengaruhnya kepada alam sekitarnya. Pakailah bahasa yang seder­ha­na dengan contoh-contoh yang mudah dimengerti.

11. Membiasakan anak membantu menger­ja­kan pekerjaan rumah tangga. Ajaklah anak membantu pekerjaan rumah tangga yang ringan dan berikanlah tugas rutin kepada anak. Tunjukkanlah cara me­nger­jakan pekerjaan rutin tersebut dan bagaimana membantu pekerjaan rumah tangga. Misalnya: membereskan tempat tidurnya, menyimpan kembali mainnya, menaruh pakaiannya ditempat cucian., membantu menyapu, mengelap dan se­bagainya. Pujilah setiap kali anak selesai melakukan tugasnya.

12. Membantu anak belajar mengikuti pe­rin­tah. Ajarkan kepada anak untuk belajar mengikuti perintah dalam bentuk per­ma­inan. Misalnya: “berjalan tiga langkah”, “Berjalan Jinjit lima langkah”, dan seba­gainya.

13. Melatih kemandirian anak. Berlah ke­sem­patan kepada anak untuk berkunjung ke rumah teman/tetangganya terdekat atau saudara tanpa ditemani. Tanyakan mengenai kunjungannya tersebut.

14. Mengajak anak bermain dengan kreatif. Undanglah 3 atau 3 oang teman bermain anak, ajarkanlah permainan pasar-pa­sa­ran. Kumpulkan bersama benda yang ada di sekitarnya, buatlah uang-uangan dari potongan kertasuntuk uang kertas, dan kancing atau tutup botol untuk uang logamnya. Tunjuklah seorang anak men­ja­di pemilik took dan lainnya sebagai pembeli. Ajarkan pula bagaimana mena­war harga, membungkus barang, me­ngem­balikan uang dan sebagainya. Beri­lah kesempatan kepada yang lainnya, secara bergantian sebagai penjual dan pembeli.

J. Kelompok Umur 5 – 6 tahun

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sesaat sebelum beru­mur 6 tahun:

1. Gerak kasar

Menangkap bola sebesar bola kasti dari jarak 1 meter.

2. Gerak Halus

Meniru membuat gambar segi empat.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Mengenal angka dan huruf, serta menghitung 1-10.

4. Bergaul dan mandiri

Berpakaian sendiri tanpa dibantu.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Melatih naik sepeda. Ajarilah anak naik sepeda. Beritahukan pula hal-hal yang berhubungan dengan keamanannya. Bila ia sudah pandai mengendarai sepeda dan mematuhi peraturan untuk keamanan­nya, berilah kesempatan untuk bermain sepeda lebih jauh dari rumah.

2. Melatih anak terampil dan kreatif mem­buat sesuatu, misalnya dengan melait anak membentuk lilin/tanah liat menjadi suatu bentuk. Bantulah ketika anak mmembuat binatang, alat rumah tangga dan lain-lain. Bicaralah mengenai apa yang dibuatnya. Pujilah hasil karyanya, dan letakkan di tempat khusus yang terlihat.

3. Melatih bertukang. Tunjukkanlah anaka menggunakan palu, gergaji dan paku. Sediakan pula potongan papan/kayu, tutup botol, karton, dan sebagainya. Aja­rilah anak untuk melakukannya dengan aman, dan awasilah ketika melakukan kegiatan ini.

4. Mengajari menganal hari, minggu dan bu­lan. Sediakanlah sebuah kalender yang tidak terpakai dan sebuah pen­sil/bolpoin. Bersama dengan anak, tan­dai­lah tanggal-tanggal penting dan hi­tunglah jumlah harinya untuk sampai pada tanggal tersebut serta sebutkan pula nama hari satu persatu

5. Melatih mengetahui waktu. Buatlah jam mainan dari kertas/karton, lengkap de­ngan jarum penunjuk panjang dan pen­dek. Bersama dengan anak, letakkan jarum penunjuk itu pada jam yang ber­arti bagi anak, misalnya: jarum menun­juk pada jam 4 yang berarti waktu man­di sore. Mulailah dengan waktu yang mudah.

6. Mengajari mengukur dengan penggaris. Bila anak sudah dapat membaca angka, ajarkanlah cara mengukur dengan peng­garis. Bantulah anak ketika ia mengukur panjang dan lebar buku, kotak korek api dan lain-lain. Cacatlah hasil pengukuran itu dan bicarakanlah bersama mana yang lebih panjang atau mana yang lebih lebar.

7. Mengajak belajar memasak. Ajarkan ke­pa­da anak sebuah resep masakan sederhana, misalnya; membuat pisang goring tepung. Bicarakanlah mengenai takaran bahan-bahan adonan, mencam­pur dan mengduk adonan tepung, me­mo­tong pisang dan menggorengnya. Setelah memasak, ajaklah anak mencuci abrang-barang yang kotor.

8. Melatih anak menjawab pertanyaan “mengapa”. Tanyakan kepada anak per­tanyaan-pertanyaan dengan “mengapa”, misalnya: “Mengapa rumah mempunyai atap?”, “mengapa menangis?”, dan lain-lain.

9. Mengjari untuk memahami pengertian sama dan berbeda. Bicarakanlah menge­nai persamaan dan perbedaan suatu ben­da dan bantulah anak mangenal benda-benda yang serupa dan yang berbeda, misalnya: persamaan dandang dan panci, perbedaan pisau dan sendok, dan sebagainya.

10. Mengajari untuk mengenal tanda-tanda atau symbol/lambang. Tunjukkanlh ke­pada anak tanda-tanda atau sym­bol/lambang yang terdapat disekitarnya, misalnya: gambar pada uang logam, tanda-tanda lalu lintas, symbol pada masjid dan sebagainya dan jelaskan pula artinya.

11. Melatih untuk mengenal peraturan dan mematuhinya. Ajaklah anak mengikuti pertemuan keluarga dan ikut sertakan pula ia dalam membuat rencan kegiatan keluarga dan perturan yang harus dipa­tuhi oleh seluruh anggota keluarga, mi­salnya: rencan rekreasi minggu depan, peraturan mencuci tangan sebelum ma­kan, makan pagi sebelum berangkat ke sekolah, dan sebagainya. Ajarkan ke­pada anak untuk mematuhi peraturan-peraturan baik di rumah maupun di sekolah.

12. Melatih untuk bercakap-cakap, bergaul dan bersahabat dengan teman sebaya­nya. Dengarkanlah apa yang dikatan anak dan biasakan agar anak mende­ngarkan apa yang dikatakan orang lain kepadanya. Ajarkan pula kepadanya un­tuk menggunakan kata-kata yang tepat dalam menyampaikan maksud dan kei­nginannya, bukan dengan mendorong atau memukul. Bantulah apabila ia menemukan masalah.

0 komentar on "Perkembangan Anak"

Posting Komentar

Minggu, 04 Juli 2010

Perkembangan Anak

A. Kelompok Umur sampai 3 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sampai berumur 3 bulan:

1. Gerak kasar

Menggerakkan kedua tungkai dan le­ngan sama mudahnya ketika terlentang.

2. Gerak Halus

Memberikan reaksi dengan melihat kea rah sumber cahaya (misalnya dari lampu senter yang digerakkan ke kiri dank e kanan)

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Mengoceh dan memberikan reaksi terha­dap suara.

4. Bergaul dan mandiri

Membalas senyuman

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Pengungkapan rasa cinta, kasih saying dan rasa aman, dengan berbicara lembut, membuai, memeluk, mencium, menya­nyi­kan lagu dan lain-lain.

2. Menirukan ocehan, gerakan dan mimic anak. Anak sering diajak bicara dan men­dengarkan berbagai suara, misalnya suara burung, radio, kerincingan, ayam dan lain-lain.

3. Melatih anak membalikkan badan dari telentang ke telungkup. Ketika telentang anak dibuat memperhatikan benda yang menarik (berwarna menyolok atau ber­bunyi). Benda itu kemudian digerakkan ke sisi badannya. Anak akan mengikuti benda itu sambil memiringkan badan. Benda digerakkan terus agar anak ber­latih membalikkan badannya.

4. Melatih anak mengangkat kepala dan memperhatikan benda bergerak. Gerak­kan­lah benda yang menarik dihadapan anak, ketika ia telungkup. Angkatlah ben­­da itu keatas, sehingga anak dilatih mengangkat kepalanya ketika memper­hatikan benda itu.

5. Melatih anak menggenggam benda. Sen­tuhkanlah pensil atau benda yang serupa pada punggung atau ujung jari anak. Anak akan berlatih menggenggam benda itu.


B. Kelompok Umur 3 – 6 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai berumur 6 bulan:

1. Gerak kasar

Mengangkat kepala dengan tegak pada posisi telungkup.

2. Gerak Halus

Meraih benda yang menarik/mainan yang terjangkau olehnya.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Menengok kearah sumber suara (mi­sal­nya sendok dipukulkan ke gelas atau piring, kerincingan). Sumber suara dibu­at tersembunyi/tidak terlihat oleh anak.

4. Bergaul dan mandiri

Mencari benda yang dipindahkan

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Mengungkapkan rasa cinta, kasih sa­yang dan rasa aman, dengan berbicara lembut membuai, memeluk, mencium, menyanyikan lagu dan lain-lain.

2. Melatih anak menirukan suara/bu­nyi/ka­ta-kata.

3. Melatih anak mencari sumber suara. Anak dilatih agar mau mencari sumber suara, dengan cara menolehkan wajah anak perlahan-lahan kearah suara, atau dibawa mendekati sumber suara.

4. Melatih anak menyangga leher dengan kuat. Ketika anak telentang, pergelangan tangannya dipegang dengan hati-hati dan anak ditarik perlahan-lahan ke po­si­si duduk. Bila ia belum bisa memper­ta­hankan leher dan kepalanya, jangan di­paksa.

5. Melatih anak belajar duduk. Anak didu­duk­kan pada alas yang datar dengan di­pe­gangi lengan atasnya. Kemudian beri­kan mainan di tangannya. Ketika ia asyik bermain, sedikit demi sedikit pe­gangan dilepaskan. Anak perlu tetap dia­wasi agar tidak jatuh.

6. Melatih anak menyangga berat badan dengan kedua kakinya. Anak dipegang pada bagian bawah ketiaknya, kemudian diangkat keatas pangkuan. Buatlah agar kakinya menyentuh pangkuan dan me­nyangga berat badannya. Jangan dipak­sakan bila anak belum mampu melaku­kannya.

7. Melatih anak menggunakan kedua ta­ngannya dan menggenggam benda de­ngan kuat. Anak diberi mainan pada sa­lah satu tangannya. Kemudian berikan­lah mainan lain di tangan satunya. Buat­lah agar ia bermain dengan kedua ta­ngannya. Cobalah untuk mengambil ma­inan dari tangannya, perhatikan apakah anak sudah mampu menggenggam ben­da dengan erat.

8. Melatih anak meraup benda kecil. Le­takkan benda-benda kecil, misalnya po­to­ngan biscuit atau kacang di depan anak. Ajari anak meraup benda-benda itu. Awasi anak anak untuk menjaga keamanannya.

9. Memberi kesempatan kepada anak untuk memasukkan makanan ke mulutnya. Anak diberi makanan yang bisa digigit atau biscuit. Biarkan anak memasukkan makanan/biscuit ke mulutnya, dibawah pengawasan.

10. Melatih anak meraih mainan. Mainan di­letakkan sedikit diluar jangkauan anak. Gerakkanlah mainan itu sambil berbi­cara kepada anak agar ia mau meraih­nya. Buatlah agar ia dapat meraih main­an dan tidak kecewa.

11. Bermain “ciluk-ba”. Ajaklah anak ber­ma­in “ciluk-ba”. Buatlah agar ia gem­bi­ra dan menikmati permainan ini.

C. Kelompok Umur 6 – 9 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai berumur 9 bulan:

1. Gerak kasar

Ketika di dudukkan, bisa mempertahan­kan posisi duduk dengan kepala tegak.

2. Gerak Halus

Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan yang lain.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Tertawa/berteriak bila melihat benda yang menarik

4. Bergaul dan mandiri

Makan biscuit tanpa dibantu.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Pengungkapan rasa cinta, kasih sayang dan rasa aman, dengan sering mengajak bicara, membuai, memeluk, mencium, membujuk anak ketika rewel, mengajak nya bermain, memperlihatkan gambar-gambar yang menarik dan mengajak me­li­hat dirinya di kaca.

2. melatih anak belajar merangkak. Ketika anak telungkup, letakkan mainan diluar jangkauannya. Tunjukkan bagaimana ca­­ra­nya merangkak untuk meraih main­an itu. Buatlah agar anak menirukannya.

3. Membantu anak berdiri. Angkatlah anak dan bantulah berdiri di atas alas yang datar dan kuat.

4. Melatih anak belajar berjalan dengan ber­pegangan. Bila anak sudah bisa ber­diri, bantulah ia agar bisa berjalan de­ngan berpegangan atau merambat pada perabotan rumah tangga.

5. melatih anak memasukkan dan menge­lu­arkan benda. Tunjukkan pada anak cara memasukkan benda kecil (misalnya biji kacang, kancing dan lain-lain) ke dalam suatu wadah (kotak, mangkok atau yang lain). Setelah itu ajari anak menge­lu­ar­kan benda-benda itu satu per satu.

6. mengajak anak melakukan gerakan ber­tepuk tangan. Peganglah mainan di ta­ngan kiri dan tangan kanan. Tunjukkan kepada anak cara memukul-mukul ke­dua mainan itu. Berilah kesempatan anak untuk menirukannya.

7. Mengajak anak bermain beduk/gendang. Buatlah beduk/gendang dari kaleng yang bagian atasnya ditutup dengan kertas te­bal yang diikatkan pada kaleng dengan tali. Ambillah pinsil untuk memukul ma­inan tersebut, dan jadikanlah kegiatan itu menjadi permainan yang menyenang­kan. Berikan kesempatan pada anak untuk memainkannya.

8. Memberikan kesempatan epada anak un­tuk mencoret-coret. Anak diberikan ker­tas dan pensil. Ajarilah cara menggu­na­kan alat tulis.

9. Melatih anak menirukan kata-kata. Tiru­kan­lah suara yang di buat oleh anak, agar ia mau belajar menirukan kata-kata sederhana.

10. Melatih anak menemukan sumber suara. Bunyikanlah berbagai macam suara, ke­mu­dian latihlah anak untuk menemukan sumber suara, setelah mencarinya.

11. mengajak anak mengenali lingkungan sekitarnya. Berikan kepada anak mainan plastic yang bisa mengambang dia air. Biarkan ia bermain dengan mainan tersebut ketika dimandikan.

12. Melatih anak bermain dengan orang la­in. Ajaklah anak untuk malambaikan ta­ngan sambil mengatakan “dadah” kepa­da orang yang bepergian atau pada wak­tu berpisah.

D. Kelompok Umur 9 – 12 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sampai berumur 12 bulan:

1. Gerak kasar

Berjalan dengan berpegangan

2. Gerak Halus

Mengambil benda kecil sebesar biji ja­gung dengan meraup.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Mengatakan dua suku kata yang sama, misalnya: pa-pa, ma-ma, da-da, dan lain-lain.

4. Bergaul dan mandiri

Bermain “ciluk-ba”

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Mengajak anak menggelindingkan bola. Gelindingkanlah sebuah bola ke arah anak dan mintalah agar ia meng­ge­lin­ding­kannya kembali.

2. Melatih anak memanjat kursi atau tang­ga yang rendah dengan merangkak. Aja­ri anak untuk memanjat kursi/tangga yang rendah secara bertahap dengan me­naikkan tungkainya satu per satu, seperti gerakan merangkak. Kemudian bantulah ia turun dari kursi/tangga dengan meng­gunakan tungkai dan kakinya.

3. Membantu anak belajar berjalan sendiri. Buatlah agar anak mau berjalan sendiri, misalnya untuk mendapatkan dekapan, ciuman, atau mainan kesukaannya.

4. Melatih anak untuk membungkukkan ba­dan tanpa berpegangan. Mintalah anak mengambil mainan yang terletak dilantai ketika ia berdiri. Mula-mula pe­gangilah salah satu tangannya, kemu­dian biarkan ia melakukannya dengan tanpa bantuan.

5. Melatih anak menyuusun mainan balok. Ajaklah anak menyusun balok/kardus kecil, atau kaleng bekas menjadi menra sederhana, jembatan dan sebaginya. Ban­tulah anak menumpuk benda ter­se­but.

6. Memberikan kesempatan kepada anak untuk menggambar. Sementara menger­ja­kan pekerjaan rumah tangga, beri­kan­lah kepada anak selembar kertas dan alat tulis. Biarkan ia menggambar sendiri sam­bil diajak bicara mengenai apa yang ia gambar.

7. Melatih anak menirukan kata-kata. Ajak­lah anak berbicara sesering mung­kin, kenalkanlah ia dengan kata-kata baru sambil menunjukkan benda­nya/ gam­barnya dari buku atau majalah.

8. Mengajak anak mengikuti kegiatan kelu­arga. Ajaklah anak untuk mengikuti ke­gi­atan keluarga, misalnya makan ber­sa­ma atau piknik keluarga. Sediakan per­alatan makanan untuknya, bantulah ia untuk belajar makan/minum sendiri.

E. Kelompok Umur 12 – 18 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai berumur 18 bulan:

1. Gerak kasar

Berjalan sendiri tanpa jatuh.

2. Gerak Halus

Mengambil benda kecil keatas sebesar biji jagung dengan ibu jari dan telunjuk­nya (menjepit).

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Mengungkapkan keinginan secara seder­hana. Misalnya “mimik, pipis”

4. Bergaul dan mandiri

Minum sendiri dari gelas tanpa tumpah.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Melatih anak berjalan mundur. Bila anak bisa berjalan sendiri, latihlah ia berjalan mundur. Misalnya dengan memberi ma­inan yang dapat ditarik, kemudian ia diminta menarik mainannya sambil ber­jalan mundur.

2. Bermain dengan anak, melempar dan menangkap bola. Ajarilah anak menang­kap dan melempar bola. Pakailah bola be­sar, dan bila anak sudah dapat me­la­ku­kannya, pakailah bola yang lebih kecil.

3. Bermain dengan anak, menendang bola ke sasaran. Ajarilah anak menendang bo­la. Bila ia sudah dapat melakukannya, mintalah agar ia menendangnya kea rah sasaran (misalnya bola plastic). Bola da­pat dibuat sendiri dari buntalan ker­tas/ kain.

4. Melatih anak berjalan naik turun tangga. Bila anak sudah dapat berjalan sendiri, ajaklah ia naik/turun tangga dengan ber­pegangan. Jagalah agar ia tidak terjatuh.

5. Melatih anak memasukkan benda yang lebih kecil ke dalam benda yang lebih besar. Sediakanlah kardus/kotak/mang­kok plastic dari berbagai ukuran. Aja­ri­lah anak untuk memasukkan benda yang lebih kecil ke dalam benda yang lebih besar. Latihlah ia agar dapat melaku­kan­nya sendiri.

6. Memberikan kesempatan kepada anak untuk melepas pakaiannya sendiri. Aja­ri­lah anak untuk melepas pakaiannya. Biarkan ia melakukannya sendiri, ban­tulah ia bila belum bisa membuka kan­cing baju.

7. Melatih anak menunduk dan menye­but­kan nama bagian tubuh. Ajarilah anak menunjuk dan menyebutkan bagian-ba­gian tubuhnya. Latihlah ia untuk mem­pelajarinya.

F. Kelompok Umur 18 – 24 bulan

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sampai berumur 24 bulan:

1. Gerak kasar

Berjalan mundur sedikitnya 5 langkah.

2. Gerak Halus

Mencoret-coret dengan alat tulis.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Menyebutkan nama dan menunjuk satu bagian tubuh dengan benar.

4. Bergaul dan mandiri

Meniru melakukan pekerjaan rumah tangga.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Melatih anak berjalan jinjit. Ajarilah anak untuk berjalan jinjit. Buatlah agar ia menirukannya.

2. Membantu anak belajar melompat. Tun­jukkanlah cara melompat dengan kedua kaki diangkat bersamaan. Pegangi ta­ngan­nya ketika ia mencoba melompat untuk pertama kalinya.

3. Melatih anak berdiri dengan satu kaki. Tunjukkanlah berdiri dengan satu kaki secara bergantian. Buatlah agar ia mau menirukannya. Mula-mula peganglah ta­ngannya, kemudian lepaskanlah. Latih­lah agar ia bisa melakukannya tanpa ke­hilangan keseimbangan.

4. Mengajari anak menggambar bentuk se­der­hana dan menggambar wajah. Ajari anak menggambar garis lurus, bulatan, se­gitiga, dan sebagainya. Ajari pula cara menggambar wajah.

5. Mengajak anak bermain membuat ben­tuk sederhana dari lilin/tanah liat/adonan kue. Ajari anak membuat bulatan, segi­ti­ga dan lain-lain.

6. Mengajari anak memasukkan benda ke lobang yang sesuai. Sediakan kardus yang dibuat lobang-lobang berbentuk se­gi­tiga, segi empat, segi lima, bulatan da sebagainya. Tunjukkan kepada anak ca­ra memasukkan benda berbentuk segi tiga, segi empat, segi lima, bulatan dan sebagainya ke dalam lobang yang sesuai besar dan bentuknya.

7. Bermain dengan anak menyusun poto­ng­an gambar. Sediakan karton yang su­dah ditempeli gambar dari majalah be­kas. Gunting karton tersebut menjadi 3-4 potongan. Ajari anak untuk menyusun po­tongan gambar tersebut menjadi gam­bar yang utuh seperti semula.

8. Melatih anak mengikuti perintah seder­ha­na. Berilah anak suatu perintah se­derhana. Berilah anak suatu perintah se­der­hana. Buatlah agar ia mau melaku­kan­nya. Bila perlu tunjukkan cara me­nger­jakan perintah tersebut.

9. Melatih anak menceritakan apa yang di­kerjakannya/dilihatnya. Ajaklah anak un­tuk menceritakan apa yang dialami­nya dan dilihatnya. Perbaikilah bila ia membuat kesalahan dalam bercerita.

10. Melatih anak mengenakan pakaiannya sen­diri. Biasakanlah anak mengenakan pa­kaiannya sendiri. Mula-mula bantulah ia bila mengalami kesulitan, kemudian ku­rangilah bantuan tersebut.

11. Melatih anak mengikuti peraturan per­mainan. Usahakanlah anak bermain de­ngan anak lainnya, misalnya bermain petak umpet, hompimpah dan sebagai­nya. Perhatikan apakah ia mengikuti atu­ran permainan dan mengikuti giliran ber­main.

12. Melatih anak agra mau ditinggalkan ibu­nya untuk sementara. Ajaklah anak ber­main kerumah tetangga, kemudian ti­tip­kanlah untuk sementara. Buatlah agar ia terbiasa berpisah untuk sementara tanpa menangis atau menjadi rewel.

G. Kelompok Umur 2 – 3 tahun

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sesaat sebelum beru­mur 3 tahun:

1. Gerak kasar

Berdiri dengan satu kaki tanpa berpega­ng­an selama paling sedikit 2 hitungan.

2. Gerak Halus

Meniru membuat garis lurus.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Menyatakan keinginan paling sedikit 2 kata.

4. Bergaul dan mandiri

Menyatakan keinginan buang air besar dan buang air kecil

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Melatih anak melompat jauh. Letakkan ker­tas ukuran folio di lantai. Ajarilah anak untuk melompati kertas tersebut de­ngan kedua kaki diangkat bersamaan. Latihlah agar lompatan anak semakin jauh.

2. Mengajak anak bermain dengan balok. Ajaklah anak menyusun dan menumpuk balok mainan untuk membuat rumah-rumahan, jembatan, menara, dan lain sebagainya.

3. Melatih anak memilih dan menge­lom­pok­kan benda menurut jenisnya. Sedi­a­kan­lah macam-macam benda (misalnya: kancing, uang, logam, biji-bijian). Tun­jukkan kepada anak cara mengelom­pok­kan benda-benda tersebut menurut jenis­nya, jelaskan pula sifat, warna dan ben­tuknya. Mulailah dengan dua jenis ben­da, kemudian tambahlah jenisnya.

4. Melatih anak menghitung jumlah benda. Ketika melatih anak mengelompokkan benda menurut jenisnya, ajrilah untuk menghitung setiap jenis benda. Buatlah ke­lompok dengan jumlah satu, dua, tiga dan seterusnya.

5. Melatih anak mencocokkan gambar ben­da yang sesungguhnya. Sediakanlah ma­cam-macam gambar (dapat diambil dari majalah, buku, Koran dan sebagainya). Mintalah anak mencocokkan gambar-gam­bar tersebut dengan benda-benda sekelilingnya. Bicarakan pula bentuk, dan sifat benda-benda itu.

6. Melatih anak untuk menyebutkan nama de­­ngan perlahan-lahan, kemudian min­ta­lah ia mengulanginya.

7. Melatih anak menyebut nama benda dan mengenal sifat/keadaan benda. Sebutkan nama benda yang ada di sekelilingnya anak. Mintalah dia untuk mengambil ben­da itu sambil menyebutkan nama dan sifat/keadaan benda tersebut. Misalnya: “Mobil-mobilan itu berwarna merah dan terletak dibawah kursi”.

8. Melatih anak mencuci tangan dan kaki, serta mengeringkannya sendiri. Ajarkan kepada anak cara mencuci tangan dan kakinya, serta mengelap bagian yang basah agar menjadi kering.

9. Memberi kesempatan kepada anak untuk berpakaian dan memilih sendiri pakaian yang akan digunakannya. Ajarkan ke­pa­da anak cara berpakaian sendiri dan usa­hakanlah agar ia mau memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya.

H. Kelompok Umur 3 – 4 tahun

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sesaat sebe­lum berumur 4 tahun:

1. Gerak kasar

Berjalan jinjit.

2. Gerak Halus

Meniru membuat gambar lingkaran

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Mengenal dan menyebutkan paling sedi­kit 1 warna.

4. Bergaul dan mandiri

Mematuhi peraturan sederhana dalam per­mainan.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Melatih anak berjalan mengikuti garis lurus. Latihlah anak berjalan mengikuti ga­ris lurus, misalnya sepanjang garis pa­da lantai. Tunjukkan bagaimana meng­gu­nakan kedua tangan untuk menjaga keseimbangan.

2. Membantu anak belajar melompat de­ngan satu kaki. Ajarilah anak melompat dengan satu kaki seperti pada waktu main engklek. Mula-mula anak perlu di­pe­gang tangannya. Lama-kelamaan, bi­ar­kan ia melakukannya sendiri.

3. Membantu anak belajar melempar benda kecil keatas. Ambillah benda kecil yang ringan, kemudian tunjukkan cara me­lem­par benda tersebut keatas dan cara menjatuhkan benda ke dalam kaleng.

4. Membantu anak belajar menggunting dan membuat buku cerita dengan gam­bar temple. Tunjukkan kepada anak cara menggunting gambar dari majalah/Ko­ran/buku bekas. Ajarilah anak untuk me­nyusun dan menempelkan gambar terse­but pada kertas, sehingga membentuk suatu urutan cerita.

5. Melatih anak belajar menjahit. Tempel­kan sebuah gambar pada karton. Luba­ngi karton tersebut dengan sebuah paku disekeliling gambar tersebut. Ambillah ta­li sepatu/raffia yang salah satu ujung­nya telah disimpulkan. Masukkan ujung lainnya kedalam lubang-lubang tersebut menyerupai gerakan jahitan. mintalah anak untuk menirukannya.

6. Mintalah anak menggambar dan menu­lis. Tunjukkan kepada anak cara mem­bu­at garis dan bulatan menjadi gambar rumah, tonggak, matahari, bulan dan se­ba­gainya. Tunjukkan pula cara menulis huruf dan angka, serta menulis nama­nya. Latihlah ia agar sedikit demi sedikit dapat menggambar dan menulis.

7. Melatih anak mengenal huruf dan angka. Untuk membantu anak mengenal huruf dan angka, buatlah potongan-potongan karton sebesar kartu. Tuliskan angka 1 sampai 10 dan huruf A, B, C dan sete­rus­nya pada potongan-potongan karton tersebut. Tunjukkanlah kartu tersebut sa­tu per satu, dan ajarkan cara menyebut­nya. Mintalah kepadanya untuk mencari dan menemukan tulisan yang sama di majalah/Koran/buku. Latihlah anak, sam­pai ia mengenal semua huruf dan ang­ka dengan baik.

8. Melatih anak mengenal bentuk dan war­na. Sediakan kertas berwarna, karton, gun­ting dan lem. Guntinglah kertas ber­warna menjadi berbagai bentuk, missal­nya segi tiga, segi empat, lingkaran dan sebagainya. Bicarakanlah dengan anak me­ngenai perbedaan bentuk dan warna, serta tunjukkan cara membuat gambar temple. Mintalah anak menempelkan ben­tuk berwarna tersebut pada karton.

9. Memberi kesempatan kepada anak untuk menceritakan tentang dirinya, dan me­nge­­tahui urutan cerita. Buatlah anak agar ia mau menceritakan kejadian yang di­­a­laminya dan apa yang dilihatnya. Ban­­tulah anak dengan lebih dahulu men­ceritakannya, kemudian mintalah ia melanjutkannya menurut urutannya.

10. Melatih anak untuk mengenal per­ban­di­ngan. Ajarkan kepada anak memban­ding­kan sifat benda, misalnya lebih pan­jang, lebih pendek, lebih besar, lebih mu­da dan sebagainya.

11. Mengajari anak mengenal lawan kata. Se­butkan beberapa kata yang biasa di­pa­kai dalam percakapan sehari-hari, mis­sal­nya: panas, panjang, luas dan seba­gai­nya. Mintalah anak menyebutkan la­wan katanya.

12. Membantu anak belajar mandi dan me­nge­ringkan tubuhnya. Ajari anak cara man­di sendiri dengan sabun, membilas tubuh, dan mengeringkan dengan han­duk.

13. Mengajak anak mengikuti kegiatan me­ma­sak, dan memberi kesempatan untuk bertanya. Ajaklah anak untuk membantu memasak di dapur. Berilah ia pekerjaan yang mudah dan tidak berbahaya, seperti menimbang, mengaduk, membubuhkan gula dan sebagainya. Bicarakanlah apa yang sedang dikerjakan bersama, dan be­ri kesempatan kepada anak untuk ber­tanya.

14. Melatih anak untuk bisa mengatasi kese­di­han dan kekecewaan. Bujuklah dan te­nangkanlah anak ketika ia menangis atau kecewa dengan cara membelainya dan berbicara kepadanya dengan lembut mengenai apa yang dirasakannya.

15. Membantu anak mengenal sopan santun, berterimakasih, mencium tangan dan se­bagainya. Ajarkanlah dan tunjukkanlah kepada anak sikap sopan santun, mi­sal­nya menghormati orang yang lebih tua, mengucapkan terimakasih, mencium ta­ngan, berdo’a dan sebagainya.

I. Kelompok Umur 4 – 5 tahun

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sampai anak sesaat se­belum berumur 5 tahun:

1. Gerak kasar

Melompat dengan satu kaki.

2. Gerak Halus

Mengancingkan kancing baju melalui lo­bang kancing.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Bercerita seperti rata-rata anak seba­ya­nya

4. Bergaul dan mandiri

Mencuci dan mengeringkan tangan tan­pa dibantu.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan permaianan yang memer­lu­kan ketangkasan dan kelincahan. Buat­lah agar anak mau bermain dengan bola, berlari, melompat, berayun, memanjat dan sebagainya. Berilah ia kesempatan un­tuk untuk bermain dengan teman-temannya dan mengikuti pertandingan seperti lomba lari, lomba karung, main engklek dan sebagainya.

2. Melatih anak belajar berhitung. Sedia­kan kartu angka 1 sampai 10 yang dibu­at sendiri dari potongan karton. Sedia­kan pula segenggam biji jagung atau kacang. Mintalah anak menghitung biji-bijian itu sejumlah angka yang ditun­juk­kan pada tiap karton, dan meletakkannya diatas kartu yang cocok.

3. Membantu anak belajar menggambar. Ke­tika anak sedang menggambar, min­talah ia untuk melengkapi gambarnya, mi­salnya: menggambar orang dengan bajunya, menggambar rumah dengan po­hon., pagar, bunga, matahari dan se­ba­gainya.

4. Membantu anak mengerti arti separuh dan satu. Tunjukkanlah cara membagi kue, kertas dan lainnay menjadi 2 bagian yang sama. Kemudian tunjukkan pula bahwa bila kedua bagian tersebut disa­tu­kan kembali akan menjadi satu kesatan yang utuh.

5. Melatih anak berkebun. Tanamlah benih kacang, jagung atau biji-bijian lain pada kaleng bekas atau pot berisi tanah. Mintalah anak melakukannya, dan me­nyi­ramnya setiap hari. Ajaklah ia memperhatikan pertumbuhan tanaman itu dari hari ke hari, dan bicarakanlah mengenai bagaiaman tanaman, binatang, dan anak-anak tumbuh.

6. Membantu anak belajar mengingat. Le­takkan 3-4 macam benda (misalnya kan­cing, kelereng, bunga, cendok dan lain­nya) dihadapan anak, dan mintalah ia me­nyebutkan nama benda satu per satu. Kemudian ajaklah anak memejamkan ma­tanya. Pada saat itu ambil satu ma­cam benda dan sembunyikan. Apabila anak sudah mampu mengingat-ingat da­lam jumlah sedikit, tambahlah macam benda yang disembunyikan.

7. Melatih anak untuk mengenal tulisan sederhana. Tulislah nama-nama benda yang telah diketahui anak pada secarik kertas kecil dan tempelkan masing-masing tulisan pada benda yang cocok dengan tulisan tersebut. Mintalah anak membaca tulisan dengan menyebut nama benda yang telah diketahuinya.

8. Menimbulkan minat bacaa pada anak. Ajaklah anak sering-sering melihat bu­ku, majalah, terutama bacaan untuk anak. Bacakan bacaan tersebut dan bica­ra­kan bersama mengenai ceritanya. Usa­hakan agar anak sering melihat orang sedang membaca.

9. Memberikan kesempatan kepada anak untuk membetulkan kelalaian orang lain. Buatlah kesalahan dengan sengaja dan berilah kesempatan kepada anak untuk membetulkan kesalahan tersebut, mi­sal­nya: memberikan baju kepada anak sam­bil berkata: “Ini sepatumu”. Anak akan senang dapat “mengajari” orang tua.

10. Melatih anak mengenal musim. Cerita­kan kepada anak apa yang terjadi pada musm hujan dan pada musim kemarau, bagaimana pengaruhnya kepada alam sekitarnya. Pakailah bahasa yang seder­ha­na dengan contoh-contoh yang mudah dimengerti.

11. Membiasakan anak membantu menger­ja­kan pekerjaan rumah tangga. Ajaklah anak membantu pekerjaan rumah tangga yang ringan dan berikanlah tugas rutin kepada anak. Tunjukkanlah cara me­nger­jakan pekerjaan rutin tersebut dan bagaimana membantu pekerjaan rumah tangga. Misalnya: membereskan tempat tidurnya, menyimpan kembali mainnya, menaruh pakaiannya ditempat cucian., membantu menyapu, mengelap dan se­bagainya. Pujilah setiap kali anak selesai melakukan tugasnya.

12. Membantu anak belajar mengikuti pe­rin­tah. Ajarkan kepada anak untuk belajar mengikuti perintah dalam bentuk per­ma­inan. Misalnya: “berjalan tiga langkah”, “Berjalan Jinjit lima langkah”, dan seba­gainya.

13. Melatih kemandirian anak. Berlah ke­sem­patan kepada anak untuk berkunjung ke rumah teman/tetangganya terdekat atau saudara tanpa ditemani. Tanyakan mengenai kunjungannya tersebut.

14. Mengajak anak bermain dengan kreatif. Undanglah 3 atau 3 oang teman bermain anak, ajarkanlah permainan pasar-pa­sa­ran. Kumpulkan bersama benda yang ada di sekitarnya, buatlah uang-uangan dari potongan kertasuntuk uang kertas, dan kancing atau tutup botol untuk uang logamnya. Tunjuklah seorang anak men­ja­di pemilik took dan lainnya sebagai pembeli. Ajarkan pula bagaimana mena­war harga, membungkus barang, me­ngem­balikan uang dan sebagainya. Beri­lah kesempatan kepada yang lainnya, secara bergantian sebagai penjual dan pembeli.

J. Kelompok Umur 5 – 6 tahun

a. Kemampuan perkembangan yang ha­rus dicapai anak sesaat sebelum beru­mur 6 tahun:

1. Gerak kasar

Menangkap bola sebesar bola kasti dari jarak 1 meter.

2. Gerak Halus

Meniru membuat gambar segi empat.

3. Bicara, bahasa dan kecerdasan

Mengenal angka dan huruf, serta menghitung 1-10.

4. Bergaul dan mandiri

Berpakaian sendiri tanpa dibantu.

b. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan:

1. Melatih naik sepeda. Ajarilah anak naik sepeda. Beritahukan pula hal-hal yang berhubungan dengan keamanannya. Bila ia sudah pandai mengendarai sepeda dan mematuhi peraturan untuk keamanan­nya, berilah kesempatan untuk bermain sepeda lebih jauh dari rumah.

2. Melatih anak terampil dan kreatif mem­buat sesuatu, misalnya dengan melait anak membentuk lilin/tanah liat menjadi suatu bentuk. Bantulah ketika anak mmembuat binatang, alat rumah tangga dan lain-lain. Bicaralah mengenai apa yang dibuatnya. Pujilah hasil karyanya, dan letakkan di tempat khusus yang terlihat.

3. Melatih bertukang. Tunjukkanlah anaka menggunakan palu, gergaji dan paku. Sediakan pula potongan papan/kayu, tutup botol, karton, dan sebagainya. Aja­rilah anak untuk melakukannya dengan aman, dan awasilah ketika melakukan kegiatan ini.

4. Mengajari menganal hari, minggu dan bu­lan. Sediakanlah sebuah kalender yang tidak terpakai dan sebuah pen­sil/bolpoin. Bersama dengan anak, tan­dai­lah tanggal-tanggal penting dan hi­tunglah jumlah harinya untuk sampai pada tanggal tersebut serta sebutkan pula nama hari satu persatu

5. Melatih mengetahui waktu. Buatlah jam mainan dari kertas/karton, lengkap de­ngan jarum penunjuk panjang dan pen­dek. Bersama dengan anak, letakkan jarum penunjuk itu pada jam yang ber­arti bagi anak, misalnya: jarum menun­juk pada jam 4 yang berarti waktu man­di sore. Mulailah dengan waktu yang mudah.

6. Mengajari mengukur dengan penggaris. Bila anak sudah dapat membaca angka, ajarkanlah cara mengukur dengan peng­garis. Bantulah anak ketika ia mengukur panjang dan lebar buku, kotak korek api dan lain-lain. Cacatlah hasil pengukuran itu dan bicarakanlah bersama mana yang lebih panjang atau mana yang lebih lebar.

7. Mengajak belajar memasak. Ajarkan ke­pa­da anak sebuah resep masakan sederhana, misalnya; membuat pisang goring tepung. Bicarakanlah mengenai takaran bahan-bahan adonan, mencam­pur dan mengduk adonan tepung, me­mo­tong pisang dan menggorengnya. Setelah memasak, ajaklah anak mencuci abrang-barang yang kotor.

8. Melatih anak menjawab pertanyaan “mengapa”. Tanyakan kepada anak per­tanyaan-pertanyaan dengan “mengapa”, misalnya: “Mengapa rumah mempunyai atap?”, “mengapa menangis?”, dan lain-lain.

9. Mengjari untuk memahami pengertian sama dan berbeda. Bicarakanlah menge­nai persamaan dan perbedaan suatu ben­da dan bantulah anak mangenal benda-benda yang serupa dan yang berbeda, misalnya: persamaan dandang dan panci, perbedaan pisau dan sendok, dan sebagainya.

10. Mengajari untuk mengenal tanda-tanda atau symbol/lambang. Tunjukkanlh ke­pada anak tanda-tanda atau sym­bol/lambang yang terdapat disekitarnya, misalnya: gambar pada uang logam, tanda-tanda lalu lintas, symbol pada masjid dan sebagainya dan jelaskan pula artinya.

11. Melatih untuk mengenal peraturan dan mematuhinya. Ajaklah anak mengikuti pertemuan keluarga dan ikut sertakan pula ia dalam membuat rencan kegiatan keluarga dan perturan yang harus dipa­tuhi oleh seluruh anggota keluarga, mi­salnya: rencan rekreasi minggu depan, peraturan mencuci tangan sebelum ma­kan, makan pagi sebelum berangkat ke sekolah, dan sebagainya. Ajarkan ke­pada anak untuk mematuhi peraturan-peraturan baik di rumah maupun di sekolah.

12. Melatih untuk bercakap-cakap, bergaul dan bersahabat dengan teman sebaya­nya. Dengarkanlah apa yang dikatan anak dan biasakan agar anak mende­ngarkan apa yang dikatakan orang lain kepadanya. Ajarkan pula kepadanya un­tuk menggunakan kata-kata yang tepat dalam menyampaikan maksud dan kei­nginannya, bukan dengan mendorong atau memukul. Bantulah apabila ia menemukan masalah.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails
 

anak cerdas indonesia Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal