Selasa, 07 Juli 2015

KELEDAI DAN ANJING

Diposting oleh Unknown di 02.41


Seorang majikan memiliki seekor keledai dan anjing Maltese yang sangat cantik. Si Keledai dimasukkan dalam kandang dengan gandum dan jerami yang berlimpah seperti keledai lainnya. Si Anjing pandai melakukan berbagai gerakan dan menjadi kesayangan sang majikan, yang sering memeluk dan jarang di luar tanpa membawa pulang sesuatu untuk anjingnya. Sebaliknya, si Keledai harus bekerja keras menggiling jagung, memikul kayu dari hutan, dan membawa barang-barang dari kebun. Ia sering mengeluhkan nasib buruknya dan membandingkannya dengan kemewahan dan hidup santai si Anjing, hingga suatu hari dia memutuskan tali yang mengikat lehernya dan berlari kencang menuju rumah majikannya, menendangkan kaki sekuatnya, dan melompat-lompat serta berputar-putar sebisanya. Lalu dia mencoba melompat ke pangkuan majikannya seperti yang sering dilihatnya dilakukan si Anjing. Tapi dia malah menghancurkan meja dan menghamburkan semua makanan hingga berceceran. Kemudian dia berusaha menjilat wajah majikannya dan menempel di punggung majikannya. Para pembantu, yang mendengar kegaduhan dan melihat majikannya dalam bahaya, segera membantu mengusir Keledai tersebut kembali ke kandangnya dengan tendangan, pukulan dan cambukan. Si Keledai, saat kembali ke kandang dalam keadaan luka parah, meratap, “Aku menyebabkan kesengsaraanku sendiri! Kenapa aku tak berpuas diri dan bekerja dengan sesama Keledai, bukannya berharap bermalasan sepanjang hari seperti anjing kecil tak berguna itu!”

0 komentar on "KELEDAI DAN ANJING"

Posting Komentar

Selasa, 07 Juli 2015

KELEDAI DAN ANJING



Seorang majikan memiliki seekor keledai dan anjing Maltese yang sangat cantik. Si Keledai dimasukkan dalam kandang dengan gandum dan jerami yang berlimpah seperti keledai lainnya. Si Anjing pandai melakukan berbagai gerakan dan menjadi kesayangan sang majikan, yang sering memeluk dan jarang di luar tanpa membawa pulang sesuatu untuk anjingnya. Sebaliknya, si Keledai harus bekerja keras menggiling jagung, memikul kayu dari hutan, dan membawa barang-barang dari kebun. Ia sering mengeluhkan nasib buruknya dan membandingkannya dengan kemewahan dan hidup santai si Anjing, hingga suatu hari dia memutuskan tali yang mengikat lehernya dan berlari kencang menuju rumah majikannya, menendangkan kaki sekuatnya, dan melompat-lompat serta berputar-putar sebisanya. Lalu dia mencoba melompat ke pangkuan majikannya seperti yang sering dilihatnya dilakukan si Anjing. Tapi dia malah menghancurkan meja dan menghamburkan semua makanan hingga berceceran. Kemudian dia berusaha menjilat wajah majikannya dan menempel di punggung majikannya. Para pembantu, yang mendengar kegaduhan dan melihat majikannya dalam bahaya, segera membantu mengusir Keledai tersebut kembali ke kandangnya dengan tendangan, pukulan dan cambukan. Si Keledai, saat kembali ke kandang dalam keadaan luka parah, meratap, “Aku menyebabkan kesengsaraanku sendiri! Kenapa aku tak berpuas diri dan bekerja dengan sesama Keledai, bukannya berharap bermalasan sepanjang hari seperti anjing kecil tak berguna itu!”

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails
 

anak cerdas indonesia Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal